Name Service (Bab 6 Sister)

Name Service dalam Sistem Terdistribusi merupakan layanan penamaan yang berfungsi untuk menyimpan naming context, yakni kumpulan binding nama dengan objek, tugasnya untuk me-resolve nama. Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan dan pemetaan antara nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.

Contoh penamaan pada aplikasi sistem terdistribusi:

– URL untuk mengakses suatu halaman web.

– Alamat e-mail utk komunikasi antar pemakai.

Tujuan Penamaan

  1. Identifikasi

Seorang pemakai menginginkan obyek/layanan A, bukan obyek/layanan B.

  1. Memungkinkan terjadinya sharing

Lebih dari satu pemakai dapat mengindentifikasikan resource dengan nama yang sesuai (tidak harus nama yang sama).

  1. Memungkinkan location independence:

Perubahan lokasi tidak menuntut perubahan nama, asalkan lokasi tidak menjadi bagian dari nama resource tsb.

  1. Memberikan kemampuan keamanan (security)

Jika sebuah nama dipilih secara acak dari himpunan besar interger, maka nama tsb hanya bisa diketahui dari legitimate source, bukan dari menebak. Jadi jika seseorang mengetahui nama obyek tsb, maka dia memang diberitahu, karena sulit sekali menebak nama tsb.

Jenis Nama

  1. User names:

– Dibuat oleh pemakai (user).

– Merujuk pada suatu obyek atau layanan.

– Terdiri dari strings of characters.

– Contoh: hp201 untuk pencetak, ~bettyp/tmp/test.c untuk berkas.

  1. System names:

– Terdiri dari bit string.

– Internal untuk sistem, tidak ditujukan untuk manusia.

– Lebih compact dari user names, sehingga dapat dibandingkan dengan lebih efisien.

Struktur Nama

  1. Primitive/flat names (Unique Identifiers = UIDs)

– Tanpa struktur internal, hanya string of bits.

– Digunakan utk perbandingan dengan UID lain.

– Tidak membawa informasi lain -> pure names.

– Sangat berguna & banyak digunakan karena:

  • Location & application independent, sehingga tidak menjadi masalah bagi mobilitas obyek.
  • Seragam, fixed size.
  • Compact: mudah disimpan, di-pass, & jika cukup besar menjadi sulit ditebak.
  1. Partitioned Names (PN)

– Komposisi dari beberapa nama primitif, biasanya disusun secara hirarkis.

– Contoh: telaga.cs.ui.ac.id, /cs/docs/akademik/SisDis/naming.ppt.

– Membawa informasi -> impure names.

– Biasanya tidak secara unik mengidentifikasikan obyek, beberapa nama bisa dipetakan ke satu obyek (e.g. UNIX file links).

  1. Descriptive names (DN)

– Daftar atribut yang secara bersama-sama mengidentifikasikan obyek secara unik.

– Membawa informasi -> inpure names.

– DN adalah superset dari PN.

Contoh Name Service

  1. DNS (Domain Name Service) – memetakan nama domain ke alamat
  2. GNS (Global Name Service)

– memetakan global name ke atribut-atribut

– skalabilitas, dapat menangani perubahan

  1. X500 directory service

– memetakan nama orang ke dalam alamat suatu e-mail dan nomor telepon

  1. Jini discovery service

– mencari objek sesuai dengan atribut yang ada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s