Distributed Database Management (Bab 9 Sister)

DATABASE TERDISTRIBUSI

Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan.

Ada 2 aspek penting dari DDB :

  1. Distribusi : data tidak disimpan pada tempat (prosesor) yang sama,

sehingga DDB dapat dibedakan dari database tunggal, sentralisasi

  1. Korelasi logika : data memiliki property yang berhubungan sehingga DDB

dapat dibedakan dari sekumpulan database local atau file yang disimpan

pada tempat yang berbeda pada jaringan komputer.

Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpulsimpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site. Beberapa konfigurasi (bentuk) digambarkan sebagai berikut:

Fully Connected network :

Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi biaya mahal).

Kerugian : control management tidak terjamin

 

Partially connected network :

Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan

Kerugian : control management tidak terjamin

 

Tree structure network :

Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin

Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak.

Cat : setiap proses dimulai dari bawah.

 

Ring Network (LAN) :

Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan

Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi

 

Star Network (LAN) :

Keuntungan : – control management lebih terjamin, karena bersifat sentral

– reliability rendah

Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak

PERANCANGAN DATABASE TERDISTRIBUSI

 

Alokasi data

 

Ada beberapa alternatif dasar untuk menyimpan atau menempatkan data : partisi dan replikasi. Dalam skema partisi, database dibagi ke dalam sejumlah partisi yang disjoin yang masing2 ditempatkan di site yang berbeda. Perancangan replikasi dibedakan atas fully replication atau fully duplicated dimana seluruh database ditempatkan di masing2 site, atau partially replicated yaitu masing2 partisi dari database disimpan di lebih dari satu site tetapi tidak di semua site.

Ada 2 perancangan dasar yaitu fragmentasi, pemisahan database ke dalam

partisi2, disebut fragment, dan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s