Letter of Credit

Letter of Credit yang biasa disebut dengan (L/C) merupakan salah satu instrument pembayaran yang sangat penting dalam perdagangan international.

Keuntungan (L/C) bagi exporter:
–          Kepastian pembayaran dan menghindari resiko
–          Mendapatkan pembiayaan export atas dokumen yang dipresentasikan ke Bank secara langsung
–          Biaya yang dipungut untuk negosiasi dokumen juga hanya kecil,bila ada L/C
–          Terhindar dari resiko pembatasan transfer valuta

Keuntungan (L/C) bagi nasabah :

–          Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.
–          Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.
–          Pemberian pelayanan kepada nasabahnya sehingga nasabah menjadi lebih loyal kepada bank.
 

Mekanisme (L/C)

–          (L/C) Impor : Copy API (Angka Pengenal Impor), SUIP/NPWP/TDP/Akte Pendirian Perusahaan, Copy KTP pejabat perusahaan, Copy tanda tangan pejabat yang berwenang menandatangani dokumen impor, Mengisi dan menandatangani formulir Syarat – Syarat Umum Pembukaan L/C, Mengisi dan menandatangani formulir Penggunaan fasilitas L/C Sight/Usance, Membuka rekening di bank (untuk memudahkan pemotongan biaya – biaya yang timbul dalam proses L/C impor).
–          SKBDN (Surat Berdokumen Dalam Negeri) : SIUP/NPWP/TDP/Akte Pendirian Perusahaan, Copy KTP pejabat perusahaan, Copy tanda tangan pejabat yang berwenang menandatangani dokumen SKBDN, Mengisi dan menandatangani formulir Syarat – Syarat Umum Pembukaan SKBDN, Membuka rekening di bank.
–          (L/C) Ekspor : SIUP/NPWP/TDP/Akte Pendirian Perusahaan, Copy KTP pejabat perusahaan, Copy tanda tangan pejabat yang berwenang menandatangani dokumen ekspor, Mengisi dan menandatangani formulir Syarat – Syarat Umum Pengoperan Wesel ekspor, Menyerahkan L/C asli untuk negosiasi (jika L/C tidak melalui bank pelaksana negosiasi), Membuka rekening di bank.
Biaya untuk (L/C) :
–          Advising Commission yang dipungut saat diadviskan pembukaan L/C oleh advising bank kepada beneceficiary.
–          Biaya amandement L/C apabila perubahan atas permintaan beneficiary untuk diteruskan oleh advising bank kepada issuing bank.
–          Biaya komisi negosiasi yan diperhitungkan dalam valuta asing kepada eksportir(biasanya 1/4 % dari nilai wesel)
–          Biaya pajak ekspor, apabila eksporir membayarkan PE melalui bank untuk disetorkan kepada kas negara.
–          Overdue interst(bila ada)
Sumber  : http://cahyo rusmanto.wordpress.com,2009risna.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s