Ulasan tentang pasal 7 ayat 6 dan 6A (softskill)

Satu setengah bulan sudah berlalu ketika para anggota dewan sibuk membahas masalah kenaikkan BBM yang rencanannya akan dilakukkan pada tanggal 1 April. dan jika tidak ada demonstrasi dimana mana. saya yakin amat besar kemungkinannya hari ini saya harus mengisi bensin motor saya dengan membayar 6000 Rupiah perliternya.

nah pada artikel softskill yang saya buat kali ini. saya akan membahas tentang pasal 7 ayat 6 dan 6A. sebelum saya membahas lebih jauh, mari kita baca terlebih dulu bunyi dari pasal tersebut.

pasal 7 ayat 6 :
“harga jual BBM bersubsidi tidak boleh mengalami kenaikan”

pasal 7 ayat 6A :
“pemerintah bisa menaikkan BBM bila harga minyak mentah dunia berfluktuasi lebih atau kurang dari 15% dari asumsi”

Dari kedua pasal diatas, bisa kita pahami bersama bahwa pada pasal yang pertama, yaitu pasal 7 ayat 6, mempunyai makna bahwa apapun yang terjadi, seburuk apapun itu, harga bbm tidak bisa dinaikkan!. saya tentunya pro dengan pasal ini. dan saya yakin. semua masyarakat indonesia (yang bukan pejabat politik) pasti mendukung penuh pasal diatas, sebetulnya pada awal wacana harga minyak dunia terus naik beredar. saya sempat berpikir kenaikan harga bbm merupakan hal yang wajar, asalkan ketika harga minyak dunia turun. harga bbm pun langsung diturunkan. tetapi setelah saya mendengar pendapat orang tua, para senior, dan pakar di televisi. ternyata tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM. karna pasti rakyatlah yang terbebani. mengapa demikian? mari kita bahas pelan pelan.

ketika harga bbm dinaikkan, maka biaya transportasi pasti akan naik. jika biaya transportasi naik, maka harga kebutuhan pokok pun akan naik. karna tempat untuk memproduksi bahan pokok pasti membutuhkan fasilitas dan sarana dari tempat yang berbeda. dan untuk menjual bahan pokok tadi pasti membutuhkan jasa transportasi. nah dari satu contoh ini saja sudah cukup memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. khususnya masyarakat kurang mampu yang jumlahnya masih banyak di indonesia.

sekarang saya akan membahas tentang pasal 7 ayat 6A.
dari berbagai sumber informasi yang saya terima baik itu dari internet, televisi, maupun opini masyarakat sekitar. ternyata banyak yang berpendapat bahwa usulan pasal ini hanya diada adakan dengan tujuan kepentingan tertentu. saya tidak tahu apakah opini ini benar atau tidak. tapi sebagai rakyat biasa. saya sendiri juga merasa pasal ini sangat merugikan rakyat. apalagi praktik korupsi di indonesia masih banyak terjadi dan belum terbenahi dengan baik. hampir setiap bulan selalu ada saja berita kasus korupsi yang tokoh utamanya selalu berganti ganti. dan yang membuat saya heran adalah banyak kasus yang diungkap di televisi tidak pernah selesai dan hilang begitu saja seperti angin lalu. seolah pemberitaan di televisi ini hanya menjadi alat untuk menaikkan rating dari siaran tersebut. hmmm.. semoga saja ada pahlawan kesiangan yang bisa membenahi carut marutnya negri ini.

itu saja pendapat saya tentang pasal 7 ayat 6 dan 6A. oh iya perlu diketahui, saya ini adalah mahasiswa IT yang mendapat tugas dari dosen softskill untuk membahas tentang artikel diatas. jadi jika ada tulisan saya yang salah pengertian mohon dimaklumi.. terima kasih ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s